Bank Mega Syariah: Fluktuasi Emas Jadi Peluang Beli
lighthousedistrict -Bank Mega Syariah menilai pergerakan harga emas global yang fluktuatif dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi. Kondisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk membeli saat harga terkoreksi.
Strategi yang dikenal sebagai buy the dip menjadi pendekatan yang relevan. Strategi ini mendorong investor membeli aset saat harga turun sementara. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk tujuan keuangan jangka panjang.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan manfaat strategi ini. Ia menyebut volatilitas harga dapat memberikan momentum masuk yang lebih baik bagi investor.
“Strategi buy the dip dapat membantu mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga,” ujar Benadicto. Ia menambahkan strategi ini cocok bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang. Contohnya termasuk perencanaan haji, pendidikan, dan penguatan portofolio investasi.
Ia juga menekankan bahwa fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar. Harga emas dipengaruhi berbagai faktor global. Faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi, tingkat inflasi, dan kebijakan suku bunga. Selain itu, ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga.
Secara historis, emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai. Investor biasanya beralih ke emas saat kondisi ekonomi tidak stabil. Hal ini membuat emas tetap menarik di tengah tekanan pasar global.
Namun, Benadicto mengingatkan pentingnya perencanaan matang. Investor perlu memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan. Diversifikasi portofolio juga penting untuk menjaga keseimbangan investasi.
Baca juga:“Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Turun pada Sabtu Pagi”
Investasi Emas Jangka Panjang Lewat Flexi Gold
Bank Mega Syariah mendorong masyarakat melihat investasi emas sebagai strategi jangka panjang. Pendekatan ini dinilai lebih stabil dibanding hanya mengejar keuntungan jangka pendek.
Digital Business & Product Management Division Head, Benadicto Alvonzo Ferary, menegaskan pentingnya perspektif tersebut. Ia menyebut emas memiliki potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang. Oleh karena itu, investor perlu memahami tujuan investasinya sejak awal.
“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek,” ujar Benadicto. Ia menambahkan harga emas yang lebih bersahabat dapat menjadi peluang masuk. Kondisi ini dinilai tepat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.
Bank Mega Syariah menghadirkan solusi melalui produk Flexi Gold. Produk ini memudahkan nasabah memiliki emas dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat tetap berinvestasi meski dana terbatas.
Flexi Gold menggunakan akad Murabahah dan Rahn sesuai prinsip syariah. Skema ini memberikan kepastian dan transparansi dalam transaksi. Nasabah juga memiliki pilihan agunan emas logam mulia yang beragam. Pilihan tersebut mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
Secara umum, emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang. Hal ini membuat emas tetap diminati saat kondisi ekonomi tidak pasti. Investor sering memanfaatkannya untuk menjaga nilai kekayaan.
Pembiayaan Flexi Gold Bank Mega Syariah Tumbuh 85 Persen Awal 2026
Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan emas Flexi Gold sepanjang kuartal pertama 2026. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram. Angka ini meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Digital Business & Product Management Division Head, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan pertumbuhan ini sejalan dengan tren positif pembiayaan konsumer. Ia menyebut permintaan produk berbasis emas terus meningkat di awal tahun.
“Kinerja Flexi Gold mengikuti tren pembiayaan konsumer yang tumbuh baik pada awal 2026,” ujar Benadicto. Ia menambahkan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan daya tarik produk pembiayaan syariah tetap kuat.
Peningkatan ini juga didorong oleh kondisi pasar emas yang fluktuatif. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum untuk masuk ke instrumen investasi relatif stabil. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, kemudahan akses pembiayaan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan. Produk Flexi Gold menawarkan skema syariah yang transparan dan fleksibel. Hal ini membuat investasi emas lebih terjangkau bagi berbagai segmen masyarakat.
Baca juga:“Harga Pangan Jumat Ini: Cabe Rawit Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg”
