esdm
lighthousedistrict.org -Pemerintah menanggapi laporan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Kondisi ini terjadi di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia.
Wakil Menteri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menjelaskan antrean terjadi karena jeda pengiriman ketika stok bahan bakar di SPBU habis. Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar.
Yuliot menyampaikan hal tersebut setelah meninjau Fuel Terminal Padalarang di Bandung, Jawa Barat, pada Senin. Pemerintah memantau distribusi bahan bakar untuk memastikan proses pengiriman berjalan normal.
Menurutnya, antrean sering terjadi ketika waktu pengiriman tidak langsung bersamaan dengan habisnya stok di SPBU. Selama jeda tersebut, masyarakat cenderung datang bersamaan untuk mengisi bahan bakar.
“Ada reaksi kecemasan juga dari masyarakat. Itu yang kami antisipasi,” kata Yuliot.
Ia menambahkan pemerintah terus berkoordinasi dengan operator distribusi bahan bakar untuk mempercepat pengiriman. Langkah ini dilakukan agar pasokan di SPBU kembali stabil.
Baca juga:“Harga Emas Antam Turun Tipis di Awal Pekan, Kini di Level Rp2,992 Juta/Gram”
ESDM Percepat Distribusi BBM dan Pastikan Stok Nasional Tetap Aman
Pemerintah bergerak cepat menanggapi laporan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar di berbagai daerah.
Wakil Menteri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, mengatakan koordinasi langsung dilakukan setelah laporan antrean diterima. Pemerintah melibatkan berbagai lembaga untuk mempercepat pengiriman bahan bakar.
Menurut Yuliot, kementerian segera berkomunikasi dengan BPH Migas dan tim Posko Nasional ESDM. Koordinasi ini bertujuan mempercepat distribusi bahan bakar ke wilayah yang mengalami antrean.
“Begitu ada informasi antrean, kami langsung berkoordinasi dengan kepala BPH Migas dan Ketua Posko Nasional ESDM untuk mempercepat pengiriman,” kata Yuliot.
Ia menambahkan, perusahaan distribusi energi juga segera mengambil langkah operasional. Pertamina Patra Niaga mempercepat penyaluran bahan bakar ke SPBU yang mengalami kekosongan stok.
Langkah tersebut membantu mengurangi antrean di beberapa daerah. Distribusi tambahan membuat pasokan di sejumlah SPBU kembali normal dalam waktu relatif cepat.
Kementerian ESDM juga memastikan pasokan bahan bakar nasional berada dalam kondisi aman. Pemerintah terus memantau distribusi energi untuk mencegah gangguan di lapangan.
Yuliot menegaskan bahwa stok bahan bakar nasional masih berada jauh di atas batas minimum. Pemerintah menetapkan batas minimum stok untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Stok BBM Nasional Aman Hingga Puncak Arus Mudik
Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak tetap aman menjelang puncak arus mudik dan arus balik. Stok nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Wakil Menteri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi cadangan bahan bakar di berbagai wilayah. Pemantauan ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi selama periode mobilitas tinggi.
Data pemerintah menunjukkan stok Pertalite mencapai 24 hari. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang ditetapkan sebesar 18,2 hari.
Sementara itu, stok Pertamax tercatat mencapai 27,4 hari. Jumlah ini melampaui batas minimum yang ditetapkan sebesar 19,9 hari.
Untuk bahan bakar berkualitas lebih tinggi, stok Pertamax Turbo mencapai 30,2 hari. Batas minimum yang ditetapkan pemerintah untuk jenis ini adalah 22 hari.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar diesel tetap stabil. Pasokan Solar berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor logistik.
Baca juga:“Proyek Gas Masela Didorong Lebih Cepat Setelah Kesepakatan Investasi Jumbo”
