Harga Cabai Meroket Jelang Lebaran, Pemerintah Operasi Pasar
lighthousedistrict – Dua peristiwa ekonomi penting mewarnai pemberitaan Kantor Berita ANTARA pada Jumat, 20 Maret 2026, yakni lonjakan harga cabai rawit merah jelang Lebaran dan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk efisiensi energi yang menyasar sektor spesifik. Harga cabai rawit merah melonjak 55,21 persen secara harian menjadi Rp131.000 per kilogram di tingkat eceran nasional . Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan lonjakan ini terjadi di tengah peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H .
Selain cabai rawit, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga signifikan. Harga bawang merah naik 56,52 persen menjadi Rp68.400 per kilogram, sementara bawang putih melonjak 44,03 persen menjadi Rp57.900 per kilogram . Daging ayam ras tercatat naik 19,95 persen menjadi Rp50.200 per kilogram, dan telur ayam ras meningkat 23,82 persen menjadi Rp40.800 per kilogram . Berbagai jenis beras juga mengalami kenaikan dengan kisaran 19 hingga 22 persen .
Di sisi kebijakan ekonomi makro, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Kamis, 19 Maret 2026, bersama sejumlah menteri untuk membahas langkah-langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional . Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden menginstruksikan efisiensi energi difokuskan pada sektor-sektor spesifik agar kebijakan hemat energi berjalan tepat sasaran . Instruksi ini merupakan antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global .
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa efisiensi energi akan dijalankan salah satunya melalui penerapan sistem kerja dari rumah (WFH) selama satu hari dalam periode lima hari kerja . Skema ini direncanakan tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga mencakup sektor swasta dan pemerintah daerah. Teknis pelaksanaannya saat ini tengah disiapkan pemerintah sebelum diinformasikan lebih detail kepada publik .
Sekretariat Presiden menegaskan bahwa langkah efisiensi yang diambil merupakan strategi untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global . Pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat melalui koordinasi lintas kementerian .
Kombinasi antara lonjakan harga pangan yang bersifat musiman menjelang Lebaran dengan kebijakan efisiensi energi yang bersifat struktural mencerminkan dinamika ekonomi Indonesia yang terus beradaptasi dengan tekanan eksternal dan internal. Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan melalui operasi pasar dan distribusi yang lancar, sementara efisiensi energi yang tepat sasaran diharapkan dapat menjaga ketahanan fiskal di tengah gejolak geopolitik global .
“Baca Juga : Ronaldo Beri Pesan Spesial Selamat Idul Fitri 1447 H untuk Fans”
Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran: Cabai Tembus Rp131.000, Daging Ayam Rp50.200 per Kg
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat lonjakan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pada pemantauan Jumat (20/3/2026) pukul 09.35 WIB, harga cabai rawit merah mencapai Rp131.000 per kilogram (kg), meningkat 55,21 persen secara harian . Sementara itu, daging ayam ras tercatat di harga Rp50.200 per kg, naik 19,95 persen dari hari sebelumnya .
Kenaikan Berbagai Komoditas Pangan
Selain daging ayam dan cabai rawit merah, sejumlah komoditas pangan pokok lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Bawang merah berada di harga Rp68.400 per kg, melonjak 56,52 persen dari posisi Rp43.700 per kg . Bawang putih mengalami kenaikan 44,03 persen menjadi Rp57.900 per kg dari sebelumnya Rp40.200 per kg . Telur ayam ras juga meningkat 23,82 persen menjadi Rp40.800 per kg .
Kenaikan Harga Beras
Beras juga mengalami kenaikan harga dengan variasi sesuai kualitasnya. Beras kualitas super II naik 20,94 persen menjadi Rp16.500 per kg. Beras kualitas medium I melonjak 22,58 persen menjadi Rp14.950 per kg. Beras kualitas bawah I naik 19,02 persen menjadi Rp13.450 per kg . Kenaikan harga ini sejalan dengan peningkatan permintaan menjelang Lebaran yang memicu lonjakan di tingkat konsumen.
Faktor Pendorong dan Implikasi
Lonjakan harga pangan menjelang Lebaran merupakan fenomena tahunan yang dipicu oleh peningkatan permintaan rumah tangga, instansi, dan sektor usaha. Namun, kenaikan kali ini cukup tajam karena dipengaruhi juga oleh faktor cuaca dan gangguan distribusi di beberapa daerah sentra produksi . Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional telah menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk operasi pasar dan distribusi bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat .
Langkah Pemerintah
Kementerian Perdagangan sebelumnya telah menggelar operasi pasar di berbagai daerah untuk menekan lonjakan harga. Badan Pangan Nasional juga menggenjot distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit melalui kerjasama dengan Bulog dan asosiasi pedagang . Masyarakat diimbau untuk berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan panic buying yang dapat memperparah lonjakan harga di pasar .
Dengan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, diharapkan harga pangan dapat kembali stabil pasca puncak konsumsi Lebaran, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di momen yang fitri.
“Baca Juga : Hasil Undian Perempat Final Liga Europa: Bologna Vs Villa”
