Menteri PU: SPAM Karang Baru Pakai IPA Baja, Suplai Air
lighthousedistrict -Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja. Proyek ini merupakan bagian dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru. Lokasinya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan suplai air bersih bagi masyarakat sekitar.
Aspek terpenting yang harus dipastikan, menurut Dody, adalah keberlanjutan sumber air baku (intake). Sistem harus tetap berfungsi optimal. Hal ini penting terutama saat debit air sungai menurun di musim kemarau. “Pembangunan IPA baja saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Sekarang kondisi sungainya sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
SPAM Karang Baru direncanakan memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik. Proyek ini akan melayani sekitar 30.000 jiwa di Kecamatan Karang Baru dan sekitarnya. Anggaran pembangunan berasal dari APBN senilai Rp 120 miliar. Target penyelesaian konstruksi adalah akhir tahun 2027. Saat ini, proses pekerjaan masih dalam tahap persiapan lahan dan penguatan tebing sungai.
Menteri PU juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan studi hidrologi menyeluruh. Studi ini untuk memastikan debit air sungai Tamiang tidak turun drastis di bawah 500 liter per detik. Jika perlu, akan dibangun check dam atau kolam retensi sebagai cadangan air baku. Dody menekankan bahwa pembangunan IPA baja ini merupakan salah satu proyek prioritas nasional. Akses air minum layak bagi masyarakat Aceh harus segera terpenuhi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus dijalin. Dengan proyek ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih, baik di musim hujan maupun kemarau.
Baca juga:Rupiah Menguat Dipicu Laporan Kesepakatan Gencatan Senjata AS–Iran
Pembangunan IPA Baja SPAM Karang Baru Terus Digenjot
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja. Proyek ini merupakan bagian dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru. Lokasinya di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Tujuannya memastikan keberlanjutan suplai air bersih bagi masyarakat sekitar.
Dody menekankan aspek terpenting adalah keberlanjutan sumber air baku (intake). Sistem harus tetap berfungsi optimal, bahkan saat debit sungai menurun di musim kering. “Pembangunan IPA baja saat ini sudah berproses. Namun kita harus pastikan sumbernya terjaga. Sekarang kondisi sungai sedang tinggi. Tapi harus dicek saat kering, apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Pembangunan IPA baja ini merupakan paket penanganan SPAM Pasca Bencana. Cakupannya meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Nilai kontrak paket ini sebesar Rp277,97 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU. Kontraktor pelaksananya adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
SPAM Karang Baru dirancang memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik. Proyek ini akan melayani sekitar 30.000 jiwa di Kecamatan Karang Baru dan sekitarnya. Target penyelesaian konstruksi adalah akhir tahun 2027. Saat ini, pekerjaan masih dalam tahap persiapan lahan dan penguatan tebing sungai.
Menteri PU memerintahkan studi hidrologi menyeluruh. Ini untuk memastikan debit air Sungai Tiam (di Aceh Tamiang) tidak turun drastis di bawah 500 liter per detik. Jika perlu, akan dibangun check dam atau kolam retensi sebagai cadangan air baku. Proyek ini merupakan prioritas nasional. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus dijalin. Dengan SPAM ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih, baik musim hujan maupun kemarau.
Tantangan Morfologi Sungai Jadi Perhatian
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru. Proyek ini berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ruang lingkupnya mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja, bangunan intake, dan bangunan pendukung compact. Juga infrastruktur kawasan hingga jaringan perpipaan distribusi.
Dalam site plan pengembangan, kawasan SPAM akan dilengkapi fasilitas pendukung. Antara lain ruang komunal, area parkir, serta integrasi dengan fasilitas eksisting. Fasilitas eksisting tersebut meliputi IPA beton, IPA baja eksisting, dan reservoir beton.
Pembangunan SPAM Karang Baru diharapkan memperkuat ketahanan layanan air minum di Aceh Tamiang pasca bencana. Proyek ini menjaga keberlanjutan suplai air untuk fasilitas publik dan masyarakat. “Yang paling penting, minimum suplai air tidak terganggu. Terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Nanti akan disiapkan sambungan rumah secara bertahap. Jumlahnya sekitar 10.000 kepala keluarga (KK),” ujar Dody.
Proyek ini merupakan bagian dari paket penanganan SPAM Pasca Bencana di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Nilai kontrak paket ini Rp277,97 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU. Kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
SPAM Karang Baru memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik. Target penyelesaian konstruksi akhir tahun 2027. Menteri PU memerintahkan studi hidrologi menyeluruh. Ini untuk memastikan debit Sungai Tiam tidak turun drastis di bawah 500 liter per detik. Jika perlu, akan dibangun check dam atau kolam retensi. Dengan proyek ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih, baik musim hujan maupun kemarau.
Baca juga:Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, Antam Tembus Rp2,86 Juta per Gram
