Pemerintah Stabilkan Harga Daging Sapi di Tingkat Distributor
- lighthousedistrict – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian bergerak cepat menstabilkan harga daging sapi di tingkat distributor yang sempat melonjak hingga Rp110.000 per kilogram di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan adanya kenaikan harga sepihak oleh salah satu distributor mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya TengkiĀ . Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa memastikan distributor tersebut telah menurunkan kembali harganya maksimal di Rp107.000 per kg hingga Idul Fitri mendatangĀ .
“Distributor yang merupakan mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki di Tangerang Selatan itu dipastikan telah menurunkan kembali harganya maksimal di Rp107.000 per kg sampai Idul Fitri mendatang,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Jumat . Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Apalagi daging sapi termasuk komoditas yang paling diminati masyarakat untuk merayakan Idul Fitri .
Pemerintah telah menetapkan harga berjenjang mulai dari tingkat feedloter, RPH, hingga pengecer. Pengelola RPH, Ibnu Abbas, memastikan pihaknya telah menegur distributor tersebut agar patuh pada arahan pemerintah. “Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 (Maret) malam, harga sudah turun menjadi Rp 107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai hari raya nanti,” ujar Ibnu Abbas .
Selain pengawasan harga, pemerintah juga menggencarkan fungsi stabilisasi melalui BUMN pangan. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari berkomitmen menggelar operasi pasar daging sapi hingga Idul Fitri . Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau, tidak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran .
Data Bapanas menunjukkan harga daging sapi secara nasional selama Ramadan cukup terkendali. Sebelum Ramadan, harga sempat bertengger di Rp143.048 per kg pada 15 Februari, namun per 11 Maret mulai menurun 1,64 persen menjadi Rp140.698 per kg . Jumlah daerah dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi juga meningkat signifikan pada pekan pertama Maret 2026, yakni sebanyak 48 kabupaten/kota, terbanyak dalam sebulan terakhir .
Langkah cepat Satgas Saber Pelanggaran Pangan ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah serius menjaga kestabilan harga pangan menjelang hari raya. Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman telah mengunci harga sapi timbang hidup di tingkat feedlot sebesar Rp55.000 per kg yang berlaku mulai Januari hingga Idul Fitri 2026 tanpa kenaikan . Dengan ketentuan tersebut, harga karkas dan daging di tingkat pasar diharapkan tidak melebihi Rp130.000 per kg . Ketersediaan pasokan yang cukup dan pengawasan ketat menjadi kunci agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan.
“Baca Juga : Anggota Baleg RUU PPRT Lindungi Hak PRT dan Pemberi Kerja”
Harga Daging Sapi Nasional Terkendali, Distributor Nakal di Tangsel Dipaksa Turunkan Harga Jadi Rp107.000 per Kg
- Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan perkembangan harga daging sapi secara nasional sepanjang Ramadhan cukup terkendali. Data Bapanas menunjukkan harga sempat naik ke level Rp143.048 per kg pada 15 Februari 2026. Namun memasuki pertengahan Ramadhan, tepatnya per 11 Maret, harga mulai menunjukkan penurunan menjadi Rp140.698 per kg. Tren positif ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang bersiap merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah .
Penurunan harga nasional ini tidak lepas dari intervensi cepat pemerintah terhadap gangguan di tingkat distributor. Sebelumnya, salah satu distributor mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki di Tangerang Selatan sempat menaikkan harga karkas secara sepihak menjadi Rp110.000 per kg. Langkah ini langsung mendapat respons tegas dari Bapanas dan Kementerian Pertanian .
Pengelola RPH Sinar Mulya Tengki, Ibnu Abbas, mengaku pihaknya telah memberikan teguran keras kepada distributor nakal tersebut. Ia memastikan harga daging sapi di tingkat distributor telah dikembalikan sesuai arahan pemerintah. “Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 (Maret) malam, harga sudah turun menjadi Rp107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai Hari Raya nanti,” ujar Ibnu .
Komitmen pengawasan ini sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman. Sejak Januari lalu, pemerintah telah mengunci harga sapi timbang hidup di tingkat feedlot sebesar Rp55.000 per kg tanpa kenaikan hingga Idul Fitri 2026. Dengan ketentuan tersebut, harga karkas dan daging di tingkat pasar diharapkan tidak melebihi Rp130.000 per kg .
Selain pengawasan harga, pemerintah juga menggencarkan fungsi stabilisasi melalui BUMN pangan. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari berkomitmen menggelar operasi pasar daging sapi hingga Idul Fitri. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini tidak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran, tetapi juga menjamin ketersediaan pasokan .
Jumlah daerah dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi meningkat signifikan pada pekan pertama Maret 2026. Sebanyak 48 kabupaten/kota mencatat penurunan harga, terbanyak dalam sebulan terakhir. Capaian ini membuktikan bahwa kebijakan stabilisasi harga mulai membuahkan hasil nyata di lapangan .
Satuan Tugas Pangan terus mengawal dinamika harga di seluruh wilayah. Koordinasi antara Bapanas, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah berjalan intensif. Tujuannya agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan. Dengan stok yang cukup dan harga yang terkendali, semangat berbagi di hari kemenangan dapat terwujud secara optimal .
