Penumpang Whoosh Naik 7,05% Saat Mudik Lebaran 2025
lighthousedistrict – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan penumpang Whoosh pada periode mudik Lebaran. Rentang waktu yang tercatat adalah dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Total volume penumpang mencapai 311.472 orang. Angka ini meningkat 7,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Pada tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 290.935 orang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan analisisnya. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat. Data juga menunjukkan keberhasilan operasional Whoosh. Layanan ini mampu melayani mobilitas selama masa Lebaran.
“Peningkatan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin dipercaya sebagai pilihan utama transportasi,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026). “Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seluruh operasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” lanjutnya.
Lonjakan penumpang terjadi selama 18 hari periode angkutan Lebaran. Puncak arus mudik terjadi beberapa hari sebelum Idul Fitri. Sementara puncak arus balik diperkirakan awal April. KCIC menambah jadwal perjalanan untuk mengakomodasi lonjakan. Seluruh rangkaian kereta dioperasikan maksimal.
Tingkat keterisian kursi (load factor) selama periode ini juga tinggi. Rata-rata mencapai lebih dari 80% setiap harinya. Beberapa jadwal bahkan mencatat keterisian penuh 100%. Masyarakat mulai beralih dari moda darat konvensional ke kereta cepat. Faktor kecepatan dan kenyamanan menjadi alasan utama.
KCIC terus meningkatkan pelayanan selama musim mudik. Petugas siaga 24 jam di setiap stasiun. Sistem tiket daring berjalan tanpa kendala berarti. Tidak ada laporan kecelakaan signifikan sepanjang operasi. Whoosh menjadi andalan pemudik dari Jakarta menuju Bandung dan sekitarnya.
Eva menambahkan apresiasi untuk semua pemangku kepentingan. Kerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah sangat baik. KCIC berkomitmen menjaga standar keselamatan tertinggi. Lonjakan ini menjadi modal positif untuk layanan ke depan. Whoosh membuktikan diri sebagai solusi transportasi modern yang efektif.
“Baca Juga : Sinar Mas Syariah Ungkap Tantangan Pemisahan UUS“
Penumpang Whoosh Selama Mudik Lebaran 2026 Tembus 311.472 Orang
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan penumpang Whoosh pada periode mudik Lebaran. Rentang waktu yang tercatat adalah dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Total volume penumpang mencapai 311.472 orang. Angka ini meningkat 7,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Pada tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 290.935 orang.
Secara volume, jumlah penumpang Whoosh tercatat tinggi secara konsisten. Rata-rata mencapai 17.304 penumpang per hari. Puncak tertinggi terjadi pada 24 Maret 2026. Pada hari itu, jumlah penumpang mencapai 24.315 orang dalam satu hari.
Untuk mendukung tingginya mobilitas, KCIC mengoperasikan 1.088 perjalanan Whoosh. Tingkat ketepatan waktu (on time performance) mencapai 99,4%. Angka ini menunjukkan keandalan operasional kereta cepat tersebut.
Berdasarkan stasiun keberangkatan, volume penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Halim. Jumlahnya mencapai 143.652 penumpang. Urutan kedua ditempati Stasiun Padalarang dengan 110.398 penumpang. Stasiun Tegalluar melayani 46.735 penumpang. Stasiun Karawang mencatat 10.687 penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan analisisnya. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat. Data juga menunjukkan keberhasilan operasional Whoosh. Layanan ini mampu melayani mobilitas selama masa Lebaran.
Peningkatan volume penumpang didorong oleh beberapa faktor. Pertama, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Whoosh. Kedua, dukungan program promo seperti Whoosh Value+. Ketiga, fasilitas dan layanan yang semakin lengkap. Fasilitas tersedia baik di stasiun maupun di dalam kereta.
“Peningkatan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin dipercaya sebagai pilihan utama transportasi,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026). “Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seluruh operasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” lanjutnya.
KCIC berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan. Perusahaan juga memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Komitmen ini berlaku bagi seluruh penumpang di masa mendatang. Whoosh membuktikan diri sebagai solusi transportasi modern yang efektif. Lonjakan positif ini menjadi modal kuat untuk pengembangan ke depan.
Penumpang Whoosh Selama Mudik Lebaran 2026 Tembus 311.472 Orang
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan penumpang Whoosh pada periode mudik Lebaran. Rentang waktu yang tercatat adalah dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Total volume penumpang mencapai 311.472 orang. Angka ini meningkat 7,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Pada tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 290.935 orang.
Secara volume, jumlah penumpang Whoosh tercatat tinggi secara konsisten. Rata-rata mencapai 17.304 penumpang per hari. Puncak tertinggi terjadi pada 24 Maret 2026. Pada hari itu, jumlah penumpang mencapai 24.315 orang dalam satu hari.
Untuk mendukung tingginya mobilitas, KCIC mengoperasikan 1.088 perjalanan Whoosh. Tingkat ketepatan waktu (on time performance) mencapai 99,4%. Angka ini menunjukkan keandalan operasional kereta cepat tersebut.
Berdasarkan stasiun keberangkatan, volume penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Halim. Jumlahnya mencapai 143.652 penumpang. Urutan kedua ditempati Stasiun Padalarang dengan 110.398 penumpang. Stasiun Tegalluar melayani 46.735 penumpang. Stasiun Karawang mencatat 10.687 penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan analisisnya. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat. Data juga menunjukkan keberhasilan operasional Whoosh. Layanan ini mampu melayani mobilitas selama masa Lebaran.
Peningkatan volume penumpang didorong oleh beberapa faktor. Pertama, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Whoosh. Kedua, dukungan program promo seperti Whoosh Value+. Ketiga, fasilitas dan layanan yang semakin lengkap. Fasilitas tersedia baik di stasiun maupun di dalam kereta.
“Peningkatan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin dipercaya sebagai pilihan utama transportasi,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026). “Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seluruh operasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” lanjutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penumpang atas kepercayaannya,” tutup Eva. “Serta kepada TNI, Polri, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran layanan selama periode Angkutan Lebaran ini,” pungkasnya.
KCIC berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan. Perusahaan juga memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Komitmen ini berlaku bagi seluruh penumpang di masa mendatang. Whoosh membuktikan diri sebagai solusi transportasi modern yang efektif. Lonjakan positif ini menjadi modal kuat untuk pengembangan ke depan.
“Baca Juga : Pertamina Tambah Produksi Minyak Lewat Workover 51 Sumur“
