meningkat
lighthousedistrict.org -Permintaan gula aren di Kabupaten Lebak, Banten, meningkat hingga dua kali lipat menjelang Ramadhan 2026. Kenaikan ini didominasi oleh pedagang pengecer dari luar daerah yang ingin memenuhi stok awal.
Fahri (60), seorang penampung gula aren di Jalan Sunankalijaga, Rangkasbitung, mengatakan permintaan konsumen saat ini masih terpenuhi meski meningkat tajam. “Kami hingga kini terpenuhi permintaan konsumen itu,” ujarnya, Senin (24/1).
Selama sepekan terakhir, kenaikan permintaan terutama didorong prediksi pedagang bahwa harga gula aren akan melonjak dalam tiga pekan ke depan. Tren ini memicu pembelian dalam jumlah besar oleh pedagang pengecer.
Harga gula aren saat ini naik dari Rp200 ribu per toros atau lima ikat menjadi Rp250 ribu. Kenaikan harga ini sejalan dengan meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, ketika masyarakat membutuhkan gula aren untuk pembuatan kue tradisional dan persiapan buka puasa.
Baca juga:“GoPay Hadirkan Program Jaminan Saldo Kembali bagi Pengguna yang Kehilangan”
Omzet Produsen Gula Aren di Lebak Naik Dua Kali Lipat Jelang Ramadhan
Permintaan gula aren di Kabupaten Lebak, Banten, meningkat tajam menjelang Ramadhan 2026. Lonjakan permintaan membuat omzet produsen lokal naik hingga dua kali lipat.
Fahri (60), seorang penampung gula aren di Jalan Sunankalijaga, Rangkasbitung, mengaku omzet biasanya Rp15 juta per hari kini meningkat menjadi Rp30 juta. “Kenaikan ini akibat permintaan pasar yang meningkat tajam menjelang Ramadhan,” ujarnya, Senin (24/1).
Selama ini, produksi gula aren di Lebak relatif stabil dan mampu memenuhi permintaan pedagang pengecer. Hal ini didukung ketersediaan bahan baku melimpah dari nira pohon aren yang banyak tersebar di wilayah tersebut.
Konsumen gula aren kebanyakan pedagang pengecer dari Rangkasbitung, Serang, dan Bogor. Selain itu, pelaku usaha juga membeli gula aren untuk bahan pemanis aneka makanan khas Lebaran, termasuk kue tradisional dan minuman manis.
Permintaan Gula Aren Organik di Lebak Meningkat Jelang Ramadhan
Permintaan gula aren organik di Kabupaten Lebak, Banten, meningkat signifikan menjelang Ramadhan. Kenaikan ini membuat produsen lokal kewalahan melayani konsumen.
Maman (60), penampung gula aren di Pasar Rangkasbitung, mengaku banyak konsumen datang untuk membeli gula aren. “Kami kewalahan melayani permintaan pasar menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Fahri, penampung lain, menambahkan bahwa meskipun permintaan meningkat, stok gula aren di Lebak masih terpenuhi. “Kami meyakini permintaan meningkat, namun tetap bisa memenuhi konsumen,” jelasnya.
Produksi gula aren di Lebak memiliki keunggulan karena organik dan bebas bahan kimia. Nira pohon aren atau kaung tumbuh di perbukitan dan pegunungan, menjadikan gula alami dan berkualitas tinggi.
Gula aren organik menjadi bahan penting selama Ramadhan. Masyarakat menggunakannya untuk membuat aneka makanan dan minuman, seperti kolak, ice jus, dodol, bolu, serta kue tradisional lainnya.
Kenaikan permintaan juga memicu lonjakan harga di pasaran. Hal ini didorong oleh pedagang pengecer dari wilayah lain, seperti Rangkasbitung, Serang, dan Bogor, yang membeli dalam jumlah besar.
Baca juga:“Kemenekraf Dukung InJourney Perluas Promosi Film Animasi Pelangi di Mars”
