PLN Pastikan Listrik 15 Ribu Unit Huntara Bencana
lighthousedistrict – PT PLN (Persero) menegaskan kesiapan penuh mendukung pembangunan 15 ribu unit hunian sementara bagi masyarakat terdampak longsor dan banjir di Sumatera. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman, andal, dan siap digunakan sejak hunian selesai dibangun.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia. PLN memastikan infrastruktur kelistrikan tersedia seiring penyelesaian pembangunan hunian sementara.
Setiap unit huntara yang rampung langsung dilengkapi sambungan listrik. Dengan skema ini, masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian secara aman dan nyaman tanpa menunggu proses kelistrikan tambahan.
PLN menempatkan kebutuhan dasar sebagai prioritas utama dalam situasi darurat. Listrik dinilai menjadi elemen penting untuk menunjang aktivitas harian, keamanan lingkungan, serta layanan pendukung lainnya.
Pembangunan huntara dirancang mengikuti standar kelayakan hunian darurat. Pemerintah tidak hanya menekankan kekuatan konstruksi bangunan, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar penghuni.
Selain listrik, penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak menjadi bagian dari perencanaan terpadu. Dukungan layanan kesehatan di sekitar lokasi huntara juga disiapkan untuk menjaga keselamatan masyarakat terdampak.
PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik selama masa hunian sementara digunakan. Pemeliharaan jaringan dan kesiapsiagaan petugas dilakukan agar tidak terjadi gangguan pasokan.
Melalui sinergi antarinstansi, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat. Penyediaan listrik yang tepat waktu diharapkan mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.
“Baca Juga : United Cup: China Kalahkan Belgia di Fase Grup”
PLN TUNTASKAN INFRASTRUKTUR LISTRIK HUNTARA ACEH TAMIANG JELANG SERAH TERIMA
PT PLN memastikan infrastruktur kelistrikan di kawasan hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang telah siap sepenuhnya. Seluruh jaringan listrik dinyatakan mampu melayani kebutuhan hunian dan fasilitas umum di kawasan tersebut.
PLN telah membangun trafo distribusi, jaringan listrik, serta memasang kWh meter pada seluruh unit huntara yang selesai dibangun. Jaringan listrik juga telah tersambung penuh sehingga dapat langsung digunakan oleh penghuni tanpa penundaan tambahan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor. Penyediaan dipandang sebagai prasarana dasar yang krusial untuk memulihkan aktivitas dan rasa aman masyarakat terdampak.
Sebanyak 600 unit huntara di Aceh Tamiang dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat pada 8 Januari 2026. Setelah serah terima, hunian tersebut akan langsung dialokasikan kepada warga terdampak bencana.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, turun langsung meninjau progres pembangunan huntara dan kesiapan infrastruktur kelistrikannya.
Dalam peninjauan tersebut, PLN memastikan setiap unit huntara memiliki pasokan listrik yang aman dan stabil. Kesiapan ini diharapkan mendukung aktivitas harian warga, mulai dari penerangan hingga kebutuhan dasar lainnya.
Darmawan menegaskan bahwa listrik andal merupakan kebutuhan wajib di kawasan hunian sementara. Kehadiran listrik diharapkan membantu memulihkan kenyamanan dan rasa aman masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, PLN berupaya memastikan hunian sementara tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mendukung kualitas hidup penghuninya. Upaya ini menjadi bagian dari peran negara dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat dan berkelanj
Baca Juga : United Cup: Tsitsipas-Sakkari Bawa Yunani Kalahkan Jepang”
