Prabowo Beri Bantuan Unit Kapal 15 GT untuk Nelayan Miangas
lighthousedistric -Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan satu unit kapal penangkap ikan. Kapal tersebut memiliki kapasitas 15 gross tonnage (GT). Bantuan diberikan untuk komunitas nelayan di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu.
Dalam agenda kunjungan kerjanya di SMK Negeri 2 Talaud, Presiden memperkenalkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, kepada masyarakat Miangas. Di momen itu, Presiden Prabowo mengumumkan bantuan kapal 15 GT. Kapal ini khusus diberikan untuk para nelayan di wilayah terluar Indonesia tersebut.
“Hari ini kita memberi bantuan, satu kapal. Berapa besar kapalnya? 15 gross tonnage. Besar juga untuk menangkap ikan, luar biasa. Awak kapalnya berapa? Lima orang. Kapal 15 GT, tetapi juga rencana beliau (Menteri Kelautan), akan bangun, akan kita bangun desa nelayan khusus,” kata Presiden Prabowo. Pernyataan beliau disambut riuh tepuk tangan masyarakat Pulau Miangas.
Pulau Miangas merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina. Kondisi geografisnya yang terpencil seringkali menyulitkan akses nelayan terhadap pasar dan permodalan. Bantuan kapal 15 GT ini diharapkan mampu menjangkau area penangkapan ikan yang lebih jauh dan kaya akan sumber daya laut. Selain itu, Presiden juga menyoroti rencana pembangunan desa nelayan khusus yang terintegrasi.
Baca juga:Indonesia Serukan Solidaritas ASEAN dalam Pertemuan Menteri Ekonomi
Presiden Prabowo: “Saya akan Cek Lagi, Bulan Depan Mulai Pembangunan Desa Nelayan Miangas”
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan desa nelayan khusus di Pulau Miangas selesai dalam waktu lima bulan. Dengan kecepatan ini, seluruh sarana utama dan penunjang diharapkan dapat digunakan para nelayan pada tahun yang sama. “Jadi, bulan depan sudah mulai ya pembangunan. Awas! Saya akan cek lagi!” tegas Presiden kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di hadapan masyarakat Miangas.
Desa nelayan khusus yang akan dibangun di Miangas ini nantinya akan memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Mulai dari pabrik pembuat es untuk mengawetkan hasil tangkapan, gudang pendingin (cold storage) berkapasitas besar, hingga SPBU khusus yang menjual solar dengan harga khusus untuk nelayan. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memutus rantai masalah klasik nelayan: harga jual ikan yang rendah karena keterbatasan es dan tingginya biaya operasional bahan bakar.
“(Dalam waktu lima bulan) saudara akan punya desa nelayan yang cukup bagus. Sudah ada lapangan terbang, mungkin hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah,” kata Presiden. Keberadaan bandara di Miangas akan memungkinkan hasil tangkapan segar dikirim langsung ke kota-kota besar seperti Manado atau Makassar, dengan waktu tempuh yang singkat. Kini, nelayan tidak perlu lagi menjual ikan dengan harga murah kepada tengkulak karena keterbatasan akses.
Ibu Meutya akan Berikan Handphone dan Starlink untuk Semua di Pulau Miangas
Presiden Prabowo Subianto tidak hanya membahas soal kapal dan desa nelayan. Dalam kunjungan kerjanya di Pulau Miangas, ia juga memastikan akses komunikasi digital untuk masyarakat. “Kemudian, ada memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini. Ada menteri, Ibu Meutya di sini. Ibu Meutya adalah Menteri Komdigi (Komunikasi dan Digital). Beliau akan memberi (bantuan) handphone ya?” tanya Presiden.
Pertanyaan itu dialamatkan langsung kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang turut mendampingi rombongan di Pulau Miangas. Tanpa ragu, Meutya menjawab, “Ada handphone dan Starlink,” seraya mengonfirmasi paket bantuan yang disiapkan.
“Handphone dan Starlink untuk semua kakak,” kata Presiden di hadapan masyarakat Miangas yang berkumpul di SMK Negeri 2 Talaud, Sabtu. Sambutan hangat dan tepuk tangan kembali menggema dari warga. Selama ini, masalah sinyal yang tidak stabil kerap menghambat kegiatan ekonomi dan akses pendidikan di daerah perbatasan, termasuk saat nelayan hendak melaporkan kondisi cuaca atau harga ikan.
Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, akan dipasang di titik-titik strategis seperti pelabuhan, sekolah, dan puskesmas. Dengan koneksi berkecepatan tinggi, anak-anak Miangas dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh tanpa khawatir putus sinyal. Sementara itu, bantuan ponsel pintar (smartphone) akan didistribusikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Talaud.
Baca juga:Rupiah Melemah ke Angka Rp17.357 per Dolar AS pada Jumat Pagi
