Intel Gabung Proyek Chip AI Elon Musk di Texas
- lighthousedistrict – Intel mengumumkan pada hari Selasa (7/4) bahwa mereka akan bergabung dengan proyek kompleks chip AI Terafab yang dipimpin Elon Musk, bersama SpaceX, Tesla, dan xAI . Kemitraan ini menandai langkah besar bagi Intel yang selama ini tertinggal dalam persaingan AI, sekaligus memperkuat ambisi Musk di bidang semikonduktor .
Visi Besar Terafab: 1 Terawatt Per Tahun
Bulan lalu, Musk mengungkapkan bahwa perusahaan roketnya SpaceX—yang baru saja bergabung dengan perusahaan media sosial dan kecerdasan buatan miliknya xAI—serta perusahaan kendaraan listrik Tesla akan membangun dua pabrik chip canggih di fasilitas luas di Austin, Texas .
Dua fasilitas tersebut dirancang untuk tujuan berbeda:
- Satu pabrik untuk mendukung kendaraan listrik dan robot humanoid (Optimus)
- Pabrik lainnya dirancang khusus untuk pusat data AI di luar angkasa
Proyek ambisius ini menargetkan produksi 1 terawatt (TW) kemampuan komputasi per tahun—setara dengan 50 kali lipat output chip AI global saat ini . Sebagai gambaran, menjalankan 1 TW komputasi secara terus-menerus selama setahun akan mengonsumsi sekitar dua kali lipat konsumsi listrik tahunan Amerika Serikat .
Peran Intel dan Respons Pasar
Intel akan menyumbangkan keahliannya dalam desain, fabrikasi, dan pengemasan chip berkinerja ultra-tinggi dalam skala besar . Perusahaan juga akan membantu “merekonstruksi” (refactor) teknologi fabrikasi silikon untuk mempercepat target produksi Terafab .
CEO Intel, Lip-Bu Tan, yang telah memimpin perusahaan selama lebih dari setahun, memuji visi Musk. “Elon Musk memiliki rekam jejak luar biasa dalam merombak seluruh industri. Inilah yang sangat dibutuhkan dalam manufaktur semikonduktor saat ini,” ujarnya . Tan juga menyebut bahwa Musk berkunjung ke fasilitas Intel pada akhir pekan sebelum pengumuman untuk memperkuat kemitraan .
Respons pasar terhadap berita ini sangat positif. Saham Intel melonjak hampir 5% di awal perdagangan, sebelum akhirnya ditutup naik sekitar 2-3% . Saham Intel telah menguat sekitar 38-40% sepanjang tahun ini .
Mengapa Proyek Ini Penting?
- Kemandirian Chip Musk
Musk sebelumnya memperingatkan bahwa keterbatasan pasokan chip dari pemasok seperti TSMC dan Samsung dapat menjadi kendala terbesar bagi pertumbuhan perusahaannya . “Kami membangun Terafab atau kami tidak akan mendapatkan chip. Dan kami membutuhkan chip, jadi kami membangun Terafab,” tegas Musk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tesla tahun lalu . - Terobosan bagi Intel
Bagi Intel, yang selama ini kesulitan mendapatkan pelanggan eksternal untuk bisnis foundry-nya, kemitraan dengan Terafab menjadi terobosan strategis yang sangat dinantikan . Proyek ini dapat menjadi studi kasus pertama yang membuktikan kemampuan manufaktur Intel untuk mendukung perusahaan teknologi raksasa . - Skala dan Kompleksitas yang Belum Pernah Ada
Terafab direncanakan akan menyatukan seluruh tahap produksi chip—desain, fabrikasi, produksi memori, dan pengemasan tingkat lanjut—dalam satu lokasi . Ini menyimpang dari praktik industri standar dan menghadirkan tantangan teknis yang luar biasa . Namun Musk optimistis: “Saya tahu pabrik chip itu sulit, saya tidak menganggapnya mudah, tapi kami melakukan banyak hal sulit,” katanya .
Status IPO SpaceX
Selain proyek Terafab, SpaceX juga dilaporkan telah mengajukan permohonan secara rahasia untuk Initial Public Offering (IPO) di AS. Perusahaan tersebut menargetkan peluncuran pasar pada akhir tahun ini, yang berpotensi menjadi pencatatan saham terbesar dalam sejarah .
Proyek Terafab senilai US$20-25 miliar ini dipandang sebagai langkah Musk untuk menciptakan ekosistem semikonduktor vertikal yang terintegrasi, mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, dan memposisikan dirinya di garis depan perlombaan komputasi AI global .
“Baca Juga : Wisata Komodo: Aplikasi Pendaftaran Perlu Diperbaiki“
SpaceX Targetkan IPO Akhir Tahun Ini di Tengah Kemitraan Intel untuk Proyek Terafab
SpaceX, yang secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di AS minggu lalu, berencana untuk meluncurkan produknya di pasar pada akhir tahun ini. Langkah ini terjadi bersamaan dengan pengumuman kemitraan strategis Intel dalam proyek Terafab milik Elon Musk .
Pernyataan Resmi Intel Soal Kemitraan Terafab
“Kemampuan kami untuk mendesain, membuat, dan mengemas chip berkinerja ultra tinggi dalam skala besar akan membantu mempercepat tujuan Terafab untuk menghasilkan 1 terawatt komputasi per tahun untuk mendukung kemajuan di masa depan dalam AI dan robotika,” kata Intel dalam sebuah unggahan di platform media sosial X .
Pernyataan ini menegaskan peran Intel sebagai mitra teknis utama dalam proyek ambisius yang digagas Elon Musk melalui SpaceX, Tesla, dan xAI. Proyek Terafab sendiri berlokasi di fasilitas seluas 1,5 juta kaki persegi di Austin, Texas, dan diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor semikonduktor AS .
Dalam proyek ini, Intel tidak sekadar menjadi pemasok, tetapi akan berkontribusi dalam desain, fabrikasi, dan pengemasan chip berperforma tinggi—sebuah langkah yang menandai peralihan Intel dari pesaing menjadi mitra strategis Musk. CEO Intel Lip-Bu Tan bahkan dikabarkan telah mengundang Musk ke kampus Intel akhir pekan lalu untuk memperkuat kesepakatan ini .
Performa Saham Intel Pasca Pengumuman
Saham Intel naik sekitar 2% pada perdagangan awal. Saham tersebut telah naik sekitar 38% sejauh tahun ini . Lonjakan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap kemitraan dengan Musk, yang dipandang dapat memperkuat posisi Intel di pasar AI dan semikonduktor global.
Sebelum pengumuman ini, beberapa lembaga keuangan telah merevisi target harga saham Intel ke atas. Wells Fargo, misalnya, menaikkan target harga menjadi $55 dari sebelumnya $45, meskipun tetap mempertahankan rating Equalweight . Analis lain memperkirakan bahwa jika Intel berhasil mengeksekusi strategi foundry-nya dengan baik, saham INTC berpotensi mencapai $35-$45 dalam 12 bulan ke depan .
Target IPO SpaceX dan Skala Raksasa
Sementara itu, IPO SpaceX yang ditargetkan pada akhir tahun ini diprediksi akan menjadi yang terbesar dalam sejarah. Perusahaan menargetkan valuasi sekitar $1,75 triliun dengan dana yang dihimpun mencapai $75 miliar—jauh melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco ($29,4 miliar pada 2019) .
Beberapa faktor kunci yang mendorong tingginya valuasi ini antara lain:
- Kinerja Starlink yang Moncer: Layanan internet satelit Starlink mengakhiri tahun 2025 dengan 9,2 juta pelanggan dan pendapatan lebih dari $10 miliar. Pada Februari 2026, jumlah pelanggan telah melampaui 10 juta .
- Integrasi xAI: SpaceX melakukan merger saham dengan perusahaan AI milik Musk, xAI, yang dinilai mencapai $250 miliar .
- Kontrak Pemerintah AS: SpaceX telah menerima lebih dari $24,4 miliar dari kontrak pemerintah AS sejak 2008 .
Dampak Strategis Kemitraan Intel-SpaceX
Kemitraan ini memiliki implikasi strategis yang luas:
Bagi Intel: Kemitraan dengan Terafab memberikan “anchor customer” yang sangat dibutuhkan untuk bisnis foundry-nya, yang saat ini masih merugi. Pada Q1 2026, segmen foundry Intel melaporkan kerugian operasional sebesar $2,4 miliar . Dengan马斯克 sebagai pelanggan, Intel memiliki studi kasus nyata untuk menarik pelanggan foundry lainnya.
Bagi Musk: Kemitraan ini mengamankan pasokan chip jangka panjang untuk kebutuhan AI-nya yang terus membengkak. Dua pabrik yang direncanakan—satu untuk kendaraan dan robot humanoid, satu lagi untuk pusat data AI di luar angkasa—memerlukan volume chip yang sangat besar .
Dengan jadwal IPO SpaceX yang mendekati akhir tahun 2026 dan proyek Terafab yang mulai beroperasi, kolaborasi antara Intel dan Musk diprediksi akan menjadi salah satu narasi paling dominan di industri semikonduktor dan AI sepanjang tahun ini.
“Baca Juga : Bank Mega Syariah: Fluktuasi Emas Jadi Peluang Beli“
