Obat Tetes Tak Bisa Sembuhkan Katarak, Kata Dokter
- lighthousedistrict – Katarak tidak bisa hilang hanya dengan meneteskan obat tetes mata. Hingga saat ini, penanganan katarak yang terbukti efektif hanya dengan operasi. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis mata subspesialis mata katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik.
“Enggak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan,” kata Amir dalam diskusi bersama media pada Rabu, 8 April 2026, di Jakarta Selatan.
Mengapa Obat Tetes Tidak Bisa Menyembuhkan Katarak?
Katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa alami mata yang terletak di belakang iris dan pupil. Lensa ini tersusun atas protein yang tersusun rapi agar tetap jernih. Seiring bertambahnya usia (atau karena faktor lain seperti diabetes, cedera mata, atau paparan sinar UV berlebihan), protein-protein ini dapat menggumpal dan membentuk area keruh.
Obat tetes mata yang beredar di pasaran hanya bekerja pada permukaan mata atau pada reseptor tertentu, tetapi tidak mampu menembus hingga ke lensa mata dengan konsentrasi yang cukup untuk “melarutkan” gumpalan protein. Beberapa obat tetes tertentu mungkin dapat sedikit memperlambat perkembangan katarak, tetapi tidak ada yang bisa mengembalikan kejernihan lensa.
Satu-satunya Pengobatan: Operasi Katarak
Operasi katarak adalah prosedur pengangkatan lensa mata yang sudah keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular (IOL) buatan yang jernih. Prosedur ini:
- Sudah sangat maju: Saat ini teknik operasi katarak yang umum dilakukan adalah fakoemulsifikasi (menggunakan gelombang ultrasonik untuk memecah lensa keruh menjadi potongan kecil, lalu disedot keluar)
- Cepat: Durasi operasi hanya sekitar 15-30 menit per mata
- Tanpa jahitan: Karena sayatan yang sangat kecil (2-3 mm)
- Masa pemulihan singkat: Pasien biasanya bisa pulang di hari yang sama dan kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari
- Hasilnya permanen: Lensa buatan tidak akan mengalami katarak lagi
Mitos yang Peruk Diketahui
Masyarakat sering mendengar mitos bahwa katarak harus “matang” dulu sebelum dioperasi. Ini tidak benar. Justru operasi katarak yang dilakukan pada tahap awal lebih mudah dan risiko komplikasinya lebih rendah. Menunggu katarak “matang” hanya akan membuat lensa semakin keras, sehingga membutuhkan energi ultrasonik yang lebih besar selama operasi.
Kapan Harus Operasi?
Indikasi operasi katarak tidak hanya berdasarkan pada seberapa keruh lensanya, tetapi terutama pada seberapa besar katarak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Jika Anda merasa:
- Sulit mengemudi di malam hari karena silau
- Sering mengganti ukuran kacamata tetapi tetap tidak puas
- Kesulitan membaca atau melihat layar ponsel
- Warna terlihat kusam atau kekuningan
Maka konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk menilai apakah sudah waktunya operasi.
Pencegahan Katarak
Meskipun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan katarak selain operasi, Anda dapat memperlambat progresivitasnya dengan:
- Menggunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar UV saat di luar ruangan
- Berhenti merokok
- Mengontrol gula darah jika memiliki diabetes
- Mengonsumsi makanan kaya antioksidan (sayuran hijau, buah beri, tomat)
- Memeriksakan mata secara rutin setiap 1-2 tahun sekali setelah usia 50 tahun
Jangan tergiur dengan iklan obat tetes mata yang mengklaim bisa menyembuhkan katarak tanpa operasi. Sampai saat ini, klaim tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Percayakan kesehatan mata Anda kepada dokter spesialis.
“Baca Juga : Intel Gabung Proyek Chip AI Elon Musk di Texas“
Operasi Katarak: Cepat, Tanpa Rasa Sakit, dan Pasien Bisa Tersenyum Kembali
Katarak, lanjut dokter Amir Shidik, masih tergolong kondisi yang dapat diperbaiki. Tidak seperti penyakit mata degeneratif lainnya seperti glaukoma (kerusakan saraf optik yang tidak bisa dipulihkan), katarak menawarkan harapan kesembuhan. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi. Saat operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan sehingga penglihatan pasien dapat kembali jernih.
“Operasi katarak umumnya dilakukan secara cepat dan tanpa rasa sakit,” kata Amir.
Perkembangan Teknik Operasi: Dari Sayatan Lebar ke Mikro-Incisi
Jika dahulu prosedur operasi katarak dilakukan dengan sayatan lebar hingga 15 mm dan membutuhkan banyak jahitan, kini tekniknya telah berevolusi drastis. Operasi katarak modern dengan teknik fakoemulsifikasi hanya memerlukan sayatan sekitar 2-3 mm (bahkan ada yang hanya 1,8 mm). Sayatan kecil ini lebih presisi dan tidak memerlukan jahitan karena akan menutup sendiri. Akibatnya, proses pemulihan pasien menjadi jauh lebih cepat, seperti dikutip dari Antara.
Dampak Sosial: Dari Tatapan Kosong Menjadi Senyuman
Lewat tindakan operasi katarak, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini melihat perubahan yang dramatis pada pasien. Mereka tidak hanya bisa melihat kembali, tetapi juga bisa berinteraksi sosial secara normal.
“Dampak sosialnya, pasien katarak sering terlihat bengong atau tatapan kosong karena enggak ada yang bisa dilihat. Setelah operasi, ekspresi mukanya berubah, jadi lebih sering senyum dan berinteraksi,” ujar Amir.
Banyak pasien yang sebelum operasi cenderung menarik diri dari pergaulan karena takut jatuh, tidak bisa mengenali wajah orang, atau malu karena kesulitan membaca. Setelah operasi, kepercayaan diri mereka pulih, mereka bisa kembali bekerja, berkumpul dengan keluarga, dan menikmati hobi seperti menonton televisi atau membaca.
Waktu Pemulihan
Pemulihan dari operasi katarak membutuhkan waktu kurang lebih empat minggu untuk penyembuhan total. Namun, kabar baiknya adalah pasien sering kali merasakan peningkatan penglihatan yang signifikan dalam beberapa hari saja setelah operasi.
Tahapan pemulihan yang umum terjadi:
| Waktu | Perkembangan |
|---|---|
| Hari ke-1 | Penglihatan masih sedikit kabur karena efek pembiusan dan pelebaran pupil |
| Hari ke-3 s/d ke-7 | Penglihatan sudah jauh lebih jernih, pasien bisa kembali ke aktivitas ringan (membaca, menonton TV) |
| Minggu ke-2 | Aktivitas normal dapat dilakukan, namun hindari mengangkat beban berat dan mengucek mata |
| Minggu ke-4 | Mata pulih total, pasien bisa melakukan olahraga ringan dan berenang dengan kacamata renang |
Pesan Penting
Jangan takut dengan operasi katarak. Dengan teknologi modern, prosedur ini aman, cepat, dan hasilnya mengubah hidup. Jika Anda atau keluarga memiliki keluhan penglihatan buram seperti melihat kabut atau silau di malam hari, segera periksakan ke dokter spesialis mata. Katarak bukan akhir dari segalanya; di balik kekeruhan itu, masih ada dunia yang cerah menunggu untuk dilihat kembali.
“Baca Juga : Flick Yakin Barcelona Bangkit di Leg Kedua Lawan Atletico“
