Dokter
Dokter Tekankan Deteksi Dini Tingkatkan Keberhasilan Penanganan Tumor Otak
Dokter spesialis bedah saraf mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala tumor otak dan segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami keluhan neurologis yang menetap atau semakin memburuk. Deteksi dini dinilai berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi serius.
Baca Juga “Louis Vuitton Hadirkan Ombak Buatan 26 Kaki ke Runway di Malam Terpanas Paris“
Peringatan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Premier Bintaro, dr. Moch. Evodia Slamet R., Sp.BS. Ia menekankan bahwa tumor otak, baik jinak maupun ganas, tetap berbahaya karena dapat menekan jaringan otak di dalam rongga kepala yang terbatas.
Tumor Otak Tidak Selalu Ganas, tetapi Tetap Berisiko
Menurut dr. Evodia, masyarakat masih sering salah memahami bahwa semua tumor otak bersifat ganas. Padahal, sebagian besar tumor otak primer justru bersifat jinak berdasarkan data medis internasional.
“Secara umum tumor otak terdiri atas tumor primer yang berasal dari jaringan otak atau selaput otak, serta tumor sekunder atau metastasis dari kanker organ lain,” ujar dr. Evodia.
Ia menjelaskan sekitar 72 persen tumor otak primer bersifat jinak, sedangkan 28 persen lainnya tergolong ganas. Namun, keduanya tetap membutuhkan penanganan medis karena dapat mengganggu fungsi saraf.
Tekanan pada Otak Dapat Ganggu Fungsi Vital
Tumor otak dapat menimbulkan masalah serius meskipun tidak bersifat ganas. Pertumbuhan di dalam ruang kepala yang terbatas dapat menekan jaringan otak dan mengganggu fungsi vital tubuh.
Tekanan tersebut dapat memicu gangguan saraf, penurunan fungsi motorik, hingga perubahan perilaku pada pasien. Dalam kondisi tertentu, tumor juga dapat berkembang menjadi keadaan gawat darurat.
Dr. Evodia menjelaskan bahwa komplikasi seperti hidrosefalus atau perdarahan dalam tumor dapat menyebabkan kerusakan otak permanen bahkan mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Gejala yang Harus Diwaspadai Sejak Dini
Dokter menekankan pentingnya mengenali gejala awal tumor otak. Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala kronis yang semakin berat, gangguan penglihatan, dan kejang yang muncul pertama kali pada usia dewasa.
Gejala lain meliputi gangguan keseimbangan, kelemahan anggota gerak, penurunan pendengaran, serta perubahan kepribadian. Kondisi muntah menyemprot yang disertai penurunan kesadaran juga menjadi tanda serius.
Ia menyebutkan bahwa gejala yang berlangsung lama dan semakin progresif tidak boleh diabaikan karena dapat menunjukkan adanya tekanan pada jaringan otak.
Diagnosis Mengandalkan CT Scan dan MRI Kontras
Untuk memastikan diagnosis, pasien biasanya menjalani pemeriksaan pencitraan medis seperti CT Scan atau MRI dengan kontras. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat lokasi, ukuran, dan karakteristik tumor secara lebih akurat.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, tim medis dapat menentukan jenis tumor serta langkah penanganan yang paling sesuai bagi pasien.
Pendekatan diagnosis yang tepat menjadi dasar penting dalam menentukan tingkat keberhasilan terapi tumor otak.
Penanganan Tumor Otak Bersifat Multidisiplin
RS Premier Bintaro menyediakan penanganan tumor otak dengan pendekatan multidisiplin. Terapi yang diberikan meliputi obat untuk mengurangi gejala dan pembengkakan otak, serta tindakan operasi bedah saraf terbuka atau endoskopik.
Selain itu, tersedia juga radioterapi, termasuk Gamma Knife Radiosurgery, serta kemoterapi pada kasus tertentu seperti glioblastoma.
Gamma Knife Radiosurgery merupakan prosedur tanpa sayatan yang menggunakan radiasi terfokus untuk mengendalikan pertumbuhan tumor kecil. Prosedur ini umumnya hanya membutuhkan satu kali tindakan.
Deteksi Dini Jadi Kunci Keberhasilan Pengobatan
Dr. Evodia menegaskan bahwa deteksi dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi tumor otak. Semakin cepat penyakit teridentifikasi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala neurologis yang mencurigakan. Pemeriksaan awal dapat mencegah kondisi menjadi lebih berat dan mengurangi risiko komplikasi.
Ke depan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gejala tumor otak diharapkan dapat mempercepat diagnosis dan meningkatkan angka keberhasilan penanganan melalui teknologi medis yang semakin berkembang.
Baca Juga “Kemenpar sebut musik dan ajang olahraga bisa mendatangkan wisatawan“
