Pendaftaran EV
Pendaftaran Kendaraan Listrik Global Naik, Eropa Jadi Motor Utama Pertumbuhan Pasar EV
Kepercayaan masyarakat dunia terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terus menunjukkan perkembangan positif. Data terbaru dari BMI mencatat pendaftaran kendaraan listrik secara global mencapai sekitar 1,8 juta unit pada Mei 2026, meningkat tiga persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan masih terus berlangsung meskipun pertumbuhan di setiap wilayah tidak berjalan dengan pola yang sama. Faktor seperti kebijakan pemerintah, insentif pembelian, harga bahan bakar, hingga kondisi ekonomi menjadi penentu utama pergerakan pasar kendaraan listrik dunia.
Baca Juga “Berita Populer: Aerox SP 2026, Harga Pertamax Naik hingga Motor Listrik Baru di Jakarta Fair“
BMI juga mencatat penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) mengalami pertumbuhan selama tiga bulan berturut-turut. Secara kumulatif, penjualan kendaraan listrik dalam lima bulan pertama tahun 2026 meningkat sekitar 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Eropa Catat Pertumbuhan Terbesar Berkat Subsidi dan Harga Bahan Bakar Tinggi
Kawasan Eropa menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik global. Manajer data BMI, Charles Lester, menyebut pendaftaran EV di kawasan tersebut meningkat 23 persen secara tahunan hingga mencapai sekitar 415.000 unit pada Mei 2026.
Menurut Lester, kenaikan ini didukung oleh kebijakan subsidi pemerintah yang masih berjalan serta tingginya harga bahan bakar konvensional. Kondisi tersebut mendorong konsumen untuk beralih lebih cepat ke kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi yang lebih efisien.
Pertumbuhan Eropa juga menunjukkan pentingnya dukungan kebijakan publik dalam mempercepat adopsi teknologi rendah emisi. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, peningkatan penggunaan EV menjadi bagian dari strategi berbagai negara untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.
Pasar China dan Amerika Utara Hadapi Tantangan Berbeda
Di tengah pertumbuhan pasar global, China yang selama ini menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia justru mengalami perlambatan. Pendaftaran EV di negara tersebut turun sembilan persen menjadi sekitar 987.000 unit pada Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi setelah berakhirnya sejumlah program dukungan pemerintah, termasuk skema insentif tukar tambah kendaraan dan penghentian keringanan pajak pembelian mobil listrik pada awal tahun.
Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen otomotif asal China mulai mencari peluang baru di pasar internasional. Menurut analisis BMI, perusahaan-perusahaan China semakin aktif menjalin kerja sama dan memanfaatkan kapasitas produksi yang belum digunakan secara maksimal di kawasan Eropa.
Sementara itu, pasar Amerika Utara mengalami penurunan yang lebih tajam. Pendaftaran kendaraan listrik di kawasan tersebut turun 26 persen menjadi sekitar 123.000 unit pada Mei 2026.
Pelemahan pasar dipengaruhi oleh berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat serta perubahan arah kebijakan energi yang lebih terbuka terhadap kendaraan berbahan bakar fosil dan model hybrid.
Charles Lester menilai industri otomotif di Amerika Serikat saat ini mulai kembali memberi perhatian lebih besar terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal dan teknologi hybrid. Di sisi lain, pembukaan akses pasar Kanada bagi produsen kendaraan asal China diperkirakan belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap pertumbuhan EV di kawasan tersebut.
Masa Depan Industri EV Bergantung pada Kebijakan dan Inovasi Teknologi
Perkembangan pasar kendaraan listrik global memperlihatkan bahwa adopsi EV masih memiliki prospek jangka panjang yang kuat. Namun, keberhasilan pertumbuhan pasar sangat bergantung pada kesinambungan kebijakan pemerintah, pengembangan infrastruktur pengisian daya, serta kemampuan produsen menghadirkan kendaraan dengan harga yang semakin kompetitif.
Meski beberapa negara mengalami perlambatan, peningkatan pendaftaran EV secara global menjadi sinyal bahwa transformasi industri otomotif menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan masih terus berlangsung. Persaingan antarprodusen, inovasi baterai, dan strategi ekspansi ke pasar baru diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah industri kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga “Bocoran Spesifikasi Hyundai Ioniq V, Sedan Listrik Mewah Jarak Tempuh Tembus 650 Km!“
