Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data IGRS
- lighthousedistrict – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data sejumlah gim yang belum dirilis pada sistem Indonesia Game Rating System (IGRS).
Sebelumnya, IGRS menjadi sorotan publik karena diduga menyebabkan cuplikan permainan dari sejumlah judul gim yang belum dirilis tersebar di internet.
“Untuk menghindari asumsi-asumsi yang beredar di media sosial, sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan,” kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.
IGRS Dihentikan Sementara
Kemkomdigi resmi menghentikan sementara penerapan IGRS. Keputusan ini diambil di tengah sorotan internasional terhadap sistem rating tersebut. IGRS diduga membocorkan data sensitif, termasuk cuplikan gameplay game AAA seperti 007 First Light. Kritik keras juga datang dari Nic McConnell dari Riot Games yang menilai sistem tersebut masih memiliki banyak celah.
“Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara,” ujar Sonny di Jakarta, Jumat (17/4).
Tim Khusus Dibentuk
Komdigi membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan ini secara menyeluruh. Tim investigasi menelusuri seluruh aspek penerapan IGRS, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelolanya.
Dalam investigasi tersebut, pemerintah melibatkan berbagai pihak seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Ekonomi Kreatif, serta asosiasi dan pelaku industri game.
“Selama proses ini berjalan, kami menerima banyak masukan dari teman-teman asosiasi dan industri. Setiap hari kami berdiskusi dan melakukan identifikasi terhadap hal ini,” kata Sonny.
Akses Game Tetap Tersedia
Komdigi memastikan tidak akan ada pembatasan akses terhadap game yang beredar di Indonesia selama penundaan IGRS.
“Tetap bisa dimainkan,” kata Sonny. Pemerintah tidak bisa serta-merta menutup akses game. Pemblokiran akses game harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Perlu diperhatikan bahwa tidak ada game-game yang diblokir, dari awal pun tidak ada yang diblokir, karena pemblokiran itu mekanismenya berbeda,” tegasnya.
Apa Itu IGRS?
IGRS adalah sistem klasifikasi game berbasis usia pertama di Asia Tenggara yang diluncurkan pada Oktober 2025. Sistem ini mengklasifikasikan game ke dalam kategori usia 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+.
Tujuan utama IGRS adalah melindungi anak-anak dari paparan konten yang tidak sesuai usia, sekaligus membimbing orang tua dalam memilih game yang tepat.
Kronologi Masalah
Masalah berawal ketika label peringkat IGRS muncul di platform distribusi game Steam tanpa verifikasi pemerintah. Sonny menjelaskan bahwa label yang muncul di Steam didasarkan pada penilaian mandiri platform dan belum diverifikasi oleh pemerintah.
Steam dan kementerian belum menandatangani nota kesepahaman (MoU) atau mengintegrasikan sistem mereka terkait penerapan sistem klasifikasi tersebut. Rencananya, pertemuan untuk proses MoU dijadwalkan pada Mei 2026.
Progres Investigasi
Sonny tidak menyampaikan secara pasti kapan hasil investigasi dan evaluasi penerapan IGRS akan diumumkan. Namun ia berjanji akan menyampaikan progresnya kepada publik secara berkala.
“Jadi ada tiga tim yang berjalan di internal dan eksternal. Rutin akan kita update hasil dan progresnya. Meskipun setiap hari dan setiap minggu bertemu dengan stakeholder, akan kita update secara rutin,” katanya.
Sistem rating IGRS ini awalnya ditargetkan akan diterapkan secara penuh pada Juni 2026 setelah seluruh platform distribusi game terintegrasi. Namun setelah insiden kebocoran ini, masa depan implementasinya masih harus menunggu hasil evaluasi menyeluruh.
“Baca Juga : Windfall Profit Komoditas Tekan Defisit APBN 2026“
Kemkomdigi Hentikan Sementara IGRS, Investigasi Kebocoran Data Game Belum Rilis
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data sejumlah gim yang belum dirilis pada sistem Indonesia Game Rating System (IGRS). Sebelumnya, IGRS menjadi sorotan publik karena diduga menyebabkan cuplikan permainan dari sejumlah judul gim yang belum dirilis tersebar di internet.
Evaluasi Menyeluruh dari Berbagai Aspek
Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap implementasi IGRS secara keseluruhan. Evaluasi mencakup sisi kebijakan, sistem, proses, teknologi, hingga organisasi dan sumber daya manusia.
“Jadi kita mau bukan sepotong-sepotong hasilnya. Makanya investigasi ini menyeluruh dan akan kita laporkan hasilnya supaya tidak ada asumsi-asumsi lagi,” tegasnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.
Dalam investigasi ini, Kemkomdigi melibatkan berbagai pihak termasuk penerbit gim dan pelaku industri. Sonny menyatakan begitu mendapat temuan terkait evaluasi implementasi IGRS, pihaknya akan segera menyampaikan hasil investigasi tersebut kepada publik.
Celah Keamanan Jadi Penyebab Kebocoran
Diketahui, dugaan kebocoran pada sistem IGRS muncul setelah cuplikan permainan sejumlah gim yang belum dirilis seperti “007: First Light” dilaporkan tersebar di internet. Insiden tersebut dipicu oleh celah keamanan pada sistem IGRS. Celah ini menyebabkan materi pengajuan bersifat privat yang semestinya hanya dipakai dalam proses klasifikasi dapat diakses publik.
IGRS Dihentikan Sementara
Kemkomdigi resmi menghentikan sementara penerapan IGRS. Keputusan ini diambil di tengah sorotan internasional terhadap sistem rating tersebut.
“Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara,” ujar Sonny.
Tim Khusus Dibentuk
Komdigi membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan ini secara menyeluruh. Tim investigasi menelusuri seluruh aspek penerapan IGRS. Dalam investigasi tersebut, pemerintah melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Ekonomi Kreatif, serta asosiasi dan pelaku industri game.
“Selama proses ini berjalan, kami menerima banyak masukan dari teman-teman asosiasi dan industri. Setiap hari kami berdiskusi dan melakukan identifikasi terhadap hal ini,” kata Sonny.
Akses Game Tetap Tersedia
Komdigi memastikan tidak akan ada pembatasan akses terhadap game yang beredar di Indonesia selama penundaan IGRS. “Tetap bisa dimainkan,” kata Sonny. Pemerintah tidak bisa serta-merta menutup akses game. Pemblokiran akses game harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apa Itu IGRS?
IGRS adalah sistem klasifikasi game berbasis usia pertama di Asia Tenggara yang diluncurkan pada Oktober 2025. Sistem ini mengklasifikasikan game ke dalam kategori usia 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Tujuan utama IGRS adalah melindungi anak-anak dari paparan konten yang tidak sesuai usia.
Progres Investigasi
Sonny tidak menyampaikan secara pasti kapan hasil investigasi dan evaluasi penerapan IGRS akan diumumkan. Namun ia berjanji akan menyampaikan progresnya kepada publik secara berkala.
“Rutin akan kita update hasil dan progresnya. Meskipun setiap hari dan setiap minggu bertemu dengan stakeholder, akan kita update secara rutin,” katanya. Sistem rating IGRS ini awalnya ditargetkan akan diterapkan secara penuh pada Juni 2026. Namun setelah insiden kebocoran ini, masa depan implementasinya masih harus menunggu hasil evaluasi menyeluruh.
“Baca Juga : Jerman Pangkas Proyeksi Ekonomi 2026 Ini Penyebabnya“
