Korban ke-21 Longsor Cilacap Ditemukan, Dua Masih Dicari
lighthousedistrict.org – Tim SAR gabungan menemukan satu korban baru dalam operasi pencarian di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap. Penemuan terjadi pada hari kesembilan pencarian yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025. Korban ditemukan setelah proses penggalian intensif menggunakan alat berat. Evakuasi selesai pada pukul 15.52 WIB di area perbatasan Worksite B-1 dan Worksite B-2.
Identitas Korban dan Pembaruan Data Pencarian
Basarnas Kantor SAR Cilacap merilis data terbaru terkait korban longsor. Korban yang dievakuasi adalah Fatin Ayu Rengganis, berusia tiga tahun. Ia menjadi korban ke-21 yang berhasil ditemukan. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal akibat tertimbun material longsor.
Fokus Pencarian Dua Korban yang Masih Hilang
Tim SAR terus mengerahkan upaya maksimal untuk mencari dua korban yang belum ditemukan. Upaya pencarian diarahkan ke Worksite A-1 dan Worksite B-1. Tim menggunakan alat berat, drone, anjing pelacak, dan pompa air untuk mempercepat proses penyisiran. Teknologi pemetaan dan observasi udara membantu tim menentukan titik prioritas pencarian.
Baca Juga : “Potret Bernadya Tampil dengan Rambut Pendek, Netizen Auto Terpesona“
Pernyataan Resmi dari Kepala Kantor SAR Cilacap
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan bahwa tim berkomitmen menyelesaikan pencarian. Ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya dimaksimalkan untuk mencari dua korban yang belum ditemukan. Abdullah juga meminta dukungan masyarakat agar proses berjalan lancar. Ia menilai kondisi medan masih menyulitkan petugas di lapangan.
Data Warga Terdampak Longsor dan Kronologi Kejadian
Tanah longsor terjadi pada Kamis, 13 November 2025, pukul 19.00 WIB. Bencana melanda dua dusun di Desa Cibeunying, yaitu Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Material longsor menimbun rumah warga yang berada di bawah tebing. Laporan awal menyebutkan bahwa 46 warga terdampak bencana ini. Sebanyak 23 warga selamat dan sisanya dinyatakan hilang. Hingga hari kesembilan, 21 korban telah ditemukan. Dua korban yang masih dicari adalah Maysarah Salsabila, 14 tahun, dan Vani Hayati Lanjarsari, 12 tahun.
Kondisi Medan dan Tantangan Operasi Tim SAR
Medan longsor tergolong berat dan tidak stabil sehingga menghambat tim pencarian. Tim SAR harus mengatur rotasi petugas karena cuaca sering berubah dan hujan masih terjadi di beberapa titik. Tanah yang labil membuat penggunaan alat berat harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim mitigasi bencana menyebut bahwa wilayah Majenang memiliki kontur tanah rawan longsor pada musim hujan.
Upaya Pendukung dan Mitigasi di Lokasi Bencana
Selain pencarian korban, tim gabungan melakukan pembersihan material untuk mencegah longsor susulan. Petugas memasang garis keamanan di sekitar lereng untuk menghindari akses warga. Pemerintah daerah membantu dengan pemberian logistik, fasilitas dapur umum, dan layanan kesehatan untuk warga terdampak. Beberapa keluarga korban mendapatkan layanan dukungan psikologis dari dinas sosial.
Penutup: Pencarian Diteruskan Hingga Semua Korban Ditemukan
Operasi pencarian akan terus dilakukan sampai dua korban terakhir ditemukan. Tim SAR menyiapkan pola pencarian berbasis analisis tanah untuk meningkatkan akurasi. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mendampingi keluarga korban hingga proses selesai. Upaya ini diharapkan memberi kejelasan bagi keluarga dan memastikan seluruh korban tertangani dengan layak.
Baca Juga : “Hong Kong hingga China Mulai Terapkan Muslim Friendly Traveler“
