KP2MI Jajaki Penempatan PMI ke Kroasia via Skema G2G
lighthousedistrict.org – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka peluang kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia ke Kroasia. Upaya ini disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Negara Kementerian Tenaga Kerja, Sistem Pensiun, Keluarga, dan Kebijakan Sosial Kroasia, Ivan Vidis, pada Sabtu. Inisiatif tersebut menandai langkah baru Indonesia untuk memperluas pasar tenaga kerja di kawasan Eropa Tenggara.
Data Penempatan PMI Masih Rendah Dibanding Negara Lain
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menjelaskan bahwa hingga 30 Mei 2025, hanya 524 izin kerja yang terbit bagi pekerja Indonesia di Kroasia. Jumlah tersebut tertinggal jauh dari pekerja Filipina yang hampir mencapai 15.000 orang. Perbandingan ini menunjukkan potensi besar yang belum tergarap bagi tenaga kerja Indonesia untuk memasuki pasar Kroasia.
Kebutuhan Tenaga Kerja Kroasia Meningkat di Berbagai Sektor
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan Kroasia, terdapat 286.000 izin kerja dan izin tinggal bagi pekerja asing sepanjang 2025. Lebih dari 56.000 izin diberikan untuk sektor hospitality dengan upah minimum 900–1.050 euro bruto per bulan. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp17 juta hingga Rp20 juta.
Duta Besar RI untuk Kroasia Suwartini Tirta menyampaikan bahwa Kroasia mengalami kekurangan tenaga kerja terampil. Sektor kesehatan, konstruksi, dan hospitality menjadi kebutuhan terbesar. Profesi seperti caregiver lansia, perawat, pekerja umum, dan teknisi las menjadi prioritas.
Baca Juga : “Hasil Pisa vs Inter Milan di Liga Italia 2025-2026: Brace Lautaro Martinez Menangkan Nerazzurri 2-0“
Skema G2G Dipilih untuk Minimalkan Risiko Mobilitas Ilegal
Christina menegaskan bahwa KP2MI mempertimbangkan skema penempatan government to government (G2G). Skema ini dinilai lebih aman dibanding private to private (P2P). Pemerintah ingin mencegah terjadinya perpindahan ilegal ke negara Eropa Barat setelah PMI tiba di negara tujuan awal.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Kroasia menyerahkan draf kerja sama G2G kepada Indonesia untuk dipelajari. Langkah ini menunjukkan komitmen Kroasia untuk membuka jalur kerja sama yang lebih terstruktur dan aman.
Peluang Kerja Sama Dinilai Terbuka Lebar
KP2MI menilai tingginya kebutuhan tenaga kerja asing di Kroasia sebagai momentum strategis bagi Indonesia. Christina berharap kerja sama formal dapat terbangun demi penempatan PMI yang aman dan terlindungi. Ia menambahkan bahwa sinergi antara kedua negara dapat menciptakan peluang baru bagi pekerja kompeten yang ingin bekerja di luar negeri.
Pandangan Ke Depan dan Relevansi bagi PMI
Upaya penjajakan kerja sama ini mencerminkan strategi pemerintah untuk memperluas tujuan penempatan PMI. Kroasia memiliki pasar tenaga kerja yang terus berkembang, terutama di sektor-sektor esensial. Dengan skema G2G, pemerintah berupaya memberi akses kerja yang lebih aman, terstandarisasi, dan sesuai kebutuhan industri.
Jika kerja sama ini terealisasi, Indonesia berpotensi meningkatkan jumlah PMI di kawasan Eropa Tenggara. Selain itu, peluang ini dapat mendorong peningkatan kompetensi dan daya saing pekerja migran nasional di tingkat global.
Baca Juga : “Link Live Streaming Madura United vs Persib Bandung di Super League 2025-2026, Klik di Sini!“
